Sabtu, 19 Juni 2010

BUAH HATI DAN BELAHAN JIWA IBU

cerita ini kudengar dr seorang teman sekantorku...

Ada seorang anak yang tidak begitu dekat dengan ayahnya, sering kali tidak sepaham bahkan bertengkar. Dan si anak tak segan untuk melawan dan membentak ayahnya sendiri. Melihat hal tersebut, si ibu lantas dengan tegas dan nada yang sedikit tinggi berkata pada anaknya... "Kamu boleh tidak sepaham dengan ayahmu tapi jangan sesekali kamu sakiti dia, sekali kamu melawan atau sampai menyakiti hati ayahmu berarti sama saja kamu sudah menyakiti ibumu, kamu hanya buah hatiku, buah cintaku bersama suamiku, tapi dia.... dia adalah suamiku, kekasihku, BELAHAN JIWAKU", tersentak si anak mendengar perkataan ibunya. Hanya diam dan menunduk, menangis...
Cintamu ibu begitu luas. Namun cinta terdalammu hanya untuk ayah. Sekalipun aku berada pada kebaikan yang memihak ibu tapi melawan ayah. ibu juga akan mengikuti suaminya. Karena apa? Aku hanya BUAH HATInya, sedang ayah adalah BELAHAN JIWAnya.

(sesungguhny yg merasa sangat kehilangan atas ayah itu adalah ibu, bukan aku...meskipun aku jg sering kali bersedih ditinggal ayah untuk selamanya...)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar