Jumat, 18 Juni 2010

Hitam Putih Kehidupan


Konsekuensi dari terlahir adalah siap untuk masuk dalam berbagai masalah yg ada di dunia. Dimulai dari kasih sayang ibu, kerasnya sikap ayah, menjengkelkannya tingkah adik sampai canda tawa bersama teman atau bahkan buaian lembut cinta seorang kasih. Semua cerita itu dikemas dalam satu perjalanan yg dinamakan HIDUP.
Arah yg dituju itu satu tapi jalan yg dapat dilewati sungguh banyak menawarkan pilihan, berbagai macam warna. Ada pepatah mengatakan "hidup ini adalah pilihan", maka aku pilih 2 warna, HITAM dan PUTIH. Berjalan di perbatasan kedua warna itu, bukan tamak atau serakah, bukan ragu ataupun bimbang, melainkan hanya ingin banyak tahu, apa itu hitam yg gelap dan pekat begitu suram? dan... apa itu putih yg terang dan cerah begitu bersih? keduanya menarik, karena satu sama lain saling melengkapi, tidak akan ada hitam tanpa adanya putih, begitu putih tidak akan ada tanpa adanya hitam. Kecantikan yg begitu rupawan tidak akan terlihat tanpa adanya keburukan. Kebaikan pun tidak akan bernilai tanpa adanya kejahatan.
Maka saya pilih HITAM dan PUTIH, terkadang hidup perlu komparasi agar tidak hanya memandang pada satu warna atau satu sisi saja. Hal ini dikarenakan saya perlu ilmu. Tapi ilmu tidak sekedar pendidikan akademis, melainkan juga ilmu tentang kehidupan.
Saya hidup di pertengahan HITAM dan PUTIH, saya menetap di garis kehidupan yg berwarna ABU-ABU (penggabungan HITAM-PUTIH). Saya bukan orang yg jahat, bukan pula orang yg baik, karena saya ABU-ABU.
(inmyrum)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar