Minggu, 27 Juni 2010

KOSONG


Aku dibentuk dari nilai-nilai yang tak memberi tempat pada sebuah pemberontakan untuk cinta. Aku dibentuk oleh sistem yang mengerangkeng cinta atas nama moralitas dan norma-norma sosial lainnya. Tapi kesadaran ini datang terlalu lambat. Aku akhirnya hanya menjadi serumpun pohon bambu yang membiarkan setan-setan hidup dan bersembunyi di balik kerimbunannya.
Bagiku kamu bukan sekedar seseorang yang biasa. Namun, kamu telah berdiam di keremangan hatiku, berkilat bagaikan sebutir mutiara di dasar lautan, berdiam dalam jarak gelombang cahaya melalui atmosfer yang tak terukur jaraknya. Kamu yang menentukan warna matahri yang berubah-ubah, dari pagi hingga senja sampai malam tiba. Dalam jarak yang sangat abstrak, kamu sudah berada di dunia paradoks warna.
Kamu ada, tapi tak ada, seperti warna yang terdapat dalam cahaya. Cahaya yang bagi mata manusia kelihatan tidak berwarna. Karena... Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan. Engkaulah penunjuk jalan palung kekosongan dalam samudera terkelam. Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang. Menuju tempat tak berwarna namun terasa ada.

"Ajarka aku, melebur dalam gelap tanpa harus lenyap. Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut. Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi. Tunggu aku, yang hanya selangkah dari bibir jurangmu."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar