Sabtu, 19 Juni 2010

SOLITUDE untuk Sebuah Pendekatan Diri PadaNya

Sebuah puisi yang berjudul "Solitude" karya seorang penyair puisi kontemporer (Sutardji Calzoum Bachri). Pada awalnya tidak dapat saya pahami apa itu arti dari kata Solitude tapi setelah saya baca secara keseluruhan memahami makna tiap kata dalam larik-larik puisi itu, sedikit dapat saya pahami maksudnya. Solitude bukanlah judul suatu cerita tentang percintaan ataupun perkasihan anak manusia.

Pada lain cerita namun masih tetap dalam ranah "Solitude" itu sendiri. Dalam ruang puisinya, tepatnya pada larik-larik puisi "Solitude" itu sendiri, Sutardji memaknakan bahwa sepi itu mendekap, kadang menebarkan aroma mawar, kadang pula menusuk seperti duri bahkan mengoyak layaknya pisau. Sangat indah sekaligus perih. Di satu sisi kesepian membuat orang jadi sangat binal dalam menjalani kehidupan, mengumpat, memaki, sumpah serapa terkeluar dari mulut, tidak lelaki tidak juga pada perempuan, semua jadi sangat mengesalkan jika sudah merasakan sepi yang teramat sangat. Pemaknaan sepi dari sisi emosional manusia, ya seperti itulah kira-kira. Lepas kendali! Karena itulah sepi layaknya duri dan juga pisau.

Tapi Bagaimana jika sepi itu kita maknai sebagai suatu kesempatan. Hmm.... iya kesempatan, kesempatan untuk merenung, berpikir dengan konsentrasi tingkat tinggi dan diselubungi dengan suasana yang khusyuk. Sepi membawa kita hanyut dalam kesendirian dan seolah tidak ada lagi yang berkenan untuk menjadi teman. Kian hari kian sunyi, entah apa yang harus dilakukan, ibarat dunia ini sudah tidak ada cinta apalagi sekedar teman. Ibarat hati para penyendiri, "Dunia ini tidak asil, kenapa hanya aku yang tak memiliki teman, kenapa hanya aku yang tidak memiliki kekasih???" (masih dari sisi emosional manusia). Namun itu mungkin hanya untuk sebagian orang yang masuk dalam golongan penyendiri.

Untuk sebagian yang lain, yang memandang sepi itu adalah kesempatan. Pasti mereka akan bertanya, "Tuhan, adakah Engkau memberikan aku cara untukku selalu dekat kepadaMu dengan cara menjauhkan aku dari mereka yang menyesatkan aku dalam nikmat duniawi yang tak halal pada ajaran nabiMu, Tuhan...?"
Kemudian, "Terima kasih Tuhan, atas kesempata yang Kau berikan untukku ini...!"
Tidakkah sepi itu begitu mendekapmu dengan harum mawar yang menghanyutkan di pangkuanNya kelak.

Jadi, apa itu Solitude? Sejujurnya saya juga tidak tahu...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar