Senin, 12 Juli 2010

CATATAN PINGGIR


Banyak guru yang berpikir:
1) "bagaimana caranya supaya murid-murid itu patuh?"
2) "bagaimana caranya supaya mereka segan terhadap guru?" (dicermati kembali kata "segan" dalam kalimat tersebut, "segan" yang dimaksud tak jarang diartikan sebagai "siswa tidak berani macam-macam terhadap guru" kata lainnya "takut")
3) "bagaimana caranya supaya dapat menguasai mereka?"
3 pertanyaan di atas hanya bersimbiosis pada kepentingan guru, sekarang pertanyaannya, "bagaimana caranya mengkondisikan posisi siswa bukanlah sebagai kerbau yang selalu patuh terhadap guru, karena pada dasarnya guru bukan dewa" (GIE)
Bandingkan pertanyaan berikut dengan pertanyaan-pertanyaan di atas:
1) "bagaimana caranya supaya kita para guru dapat menjadi tempat berbagi dan selalu menjaga hubungan yang kondusif baik itu pada saat kegiatan pembelajaran maupun pada saat di luar kegiatan pembalajaran?" (bukan sebagai diktator)
2) "bagaimana caranya supaya mereka tetap segan terhadap guru?" (pahami makna kata "segan" yang sebenarnya: dihormati juga sekaligus disenangi)
3) "bagaimana caranya supaya kita para guru dapat bersahabat dengan mereka (hampir sama dengan pertanyaan no.1)?" (dalam artian: antara guru dan murid memang berada pada ruang yang berbeda antara satu dengan yang lain, kedudukan di antara keduanya tidak dapat disatukan pada tempat yang sama, namun tidak menutup kemungkinan bagi guru untuk dapat lebih terbuka dengan murid dan tidak menjaga jarak terhadap murid, berikan mereka pelayanan secara bijak dengan tetap mengedepankan norma-norma kesopanan agar siswa juga dapat bersikap sebagaimana seorang siswa terhadap guru)

Catatan dari ayah:
1) cobalah untuk bersahabat dengan mereka (murid), jangan semata-mata hanya ingin menguasai.
2) cobalah untuk terbuka disamping sekedar membatasi diri dengan mereka (murid).
3)cobalah agar disegani daripada ditakuti oleh mereka (murid).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar