Selasa, 24 Agustus 2010

Dear Diary... (Pembicaraan dengan Mouse)


Dear diary...,
Malam ini udara begitu panas, terasa pengap juga penatnya begitu membekap. Ruangan ini tak pernah berasa jadi sesempit ini. Malam yang biasanya dingin sekarang berubah menjadi perapian yang dinyalakan pada musim yang keliru. Karena panas, aku jadi tidak bisa berpikir untuk menulis, tapi aku sungguh berkeinginan kuat agar ada yang bisa kutuliskan disini.
Haaaa...,ya sudahlah! Terdiam....
Diam saja duduk di tempat tidur, bersandar pada bantal-bantal bentuk hati, dengan masker wajah yang semakin menerik di kulit. Menatap lurus ke langit-langit kamar, sesekali aku memandangi layar melihat kotak obrolan di jejaring sosial yang kusiagakan sedari tadi. Membaca status yang tak lepas dari tema cinta sampai dengan umpatan serta caci maki. Namun, tidak sedikit pula yang memberi tausyiah (Like This). HHHaaaa.... (lagi-lagi kumenghela nafas, dalam hati: "tidak adakah yang bisa kuajak mengobrol malam ini?). Kembali kupandangi langit-langit, melepas mouse yang juga mulai merasa gerah karena terus saja kubekap dia dalam genggamanku, "yasudah, pergi sana! carilah keju dan air dingin... isi dulu tenagamu sebelum nanti akan kugunakan kau kembali..." (perkataan gila!).
Sepi...!
Kembali kuraih mouse yang perlahan sedang berjalan keluar, "tunggu sebentar, jangan kemana-mana dulu, tolong kau arahkan temannmu itu (krusor) ke ikon MP3 di taskbar!".... Starting music player, now playing "Hello by Beyonce". Kulepas kembali mouse itu, "ya sudah sana, jangan lama-lama ya!"
Diamku sekarang tidak sepi lagi. Namun masih berharap ada yang bisa kuajak bicara malam ini. Beberapa menit kemudian, mouse datang dengan bentuk yang lebih gemuk dari sebelumnya. "Sudah kenyang kau?", dia mengangguk. Kembali mouse ke tempatnya semula, di samping laptop, dia berkedap-kedip seperti kegirangan, entahlah.... mungkin karena sudah kenyang jadi hati pun senang. "Baiklah mouse..., kau sudah kenyang, sekarang giliranku yang merasa lapar. Diam kau disini baik-baik, kalau kotak obrolan itu berwarna biru, tolong kau katakan bahwa aku sedang makan, ok!"
Masih berasa panas. Diary...., itu saja ceritaku untuk malam ini, jujur aku memang lapar, dan sungguh aku tidak berteman malam ini. Sepi.

#pergi, dan mencari santapan malam, barangkali nasi-nasi itu bisa kujadikan teman bicaraku?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar