Selasa, 02 November 2010

ANGKATAN TERBUANG


Suasana yang aku ciptakan dalam cerita ini bukan soal kebahagiaan, keharuan, atau sesuatu yang menegangkan. Disini, pada lembar biru ini aku menggoreskan rindu pada teman, sahabat, atau rival ku sekaligus, rival dalam ilmu, bukan persaingan tidak sehat yang kerap kali buat manusia lupa akan mahalnya arti sebuah persahabatan. Dalam lembar ini pula aku sisipkan cerita cinta dan duka, antara aku dan mereka.
Cerita ini sebenarnya aku mulai dari sebuah album foto. Foto-foto itu penuh warna, kulihat di setiap gambar seringkali kutemui merah jambu menggores walau hanya segaris, biru terusap menghias cerahnya tawa kami ketika bahagia datang menyapa dan mampir di beranda hati kami, namun tidak juga terlewat sedikit bercak hitam yang mengotori beberapa bagian album. Akan tetapi sebiru dan sehitam apapun warna dan noda, yang aku suka sungguh aku suka ketika kuning keemasannya matahari membalut di setiap lembar gambar dalam album foto itu.
Kembali ke awal, cerita bermula dari keberagaman. Bahasa, wajah, dan tingkah, awalnya sulit untuk aku pahami perbedaan itu, sehingga tidak jarang aku merasa jadi tamu di rumahku sendiri. Banyak yang tidak aku pahami awalnya, sungguh ini benar-benar memerlukan proses yang menghabiskan waktu selama 1 semester. Berhari-hari hingga bulan, perlahan aku mulai memahami, belajar mengerti dan berusaha maklum. Kadang kesal.., juga seringkali aku tidak bisa menahan tawa. Hingga tahun aku lewatkan bersama mereka, di saat itu pula, di saat aku belajar memahami, di saat itu juga aku menanam cinta pada mereka. Hingga di akhir tahun aku menuai rindu yang selalu membayang untuk terus bersama mereka. OOoohhh.....,sungguh aku rindu kalian.....
Tak cukup waktu untuk bercerita tentang kalian dalam duniaku yang sempit ini, kehadiran kalian begitu luas dalam kecil senyum harap penuh tipu muslihat itu! Ingin aku pagari dengan rimbunan bambu, tapi ternyata kalian semua memiliki tubuh besi layaknya batang oak. Rencana yang pernah digarap, harapan yang juga sempat kita bangun, dan cita-cita yang kita tanam, semoga kelak dapat kita tuai bersama, tetap dalam keberagaman...namun tidak untuk perbedaan. Karena kita adalah satu.

#Foto-foto kenangan semasa kuliah 2005-2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar