Selasa, 28 Desember 2010

BOHONG VS AMNESIA

Bagaimana perasaanmu (wanita) ketika suatu hari nanti kekasihmu atau suamimu mengatakan hal seperti di bawah ini:

"Aku sayang kamu, itu bohong
Kamu wanita tercantik, itu juga sangat bohong
Kamu yang termanis, itu juga bohong
Bibirmu merah merona bagai buah apel, itu bohong
Rambutmu indah sekali, itu bohong

Tatapanmu susah dilupakan, sangat-sangat bohong
Jari-jarimu lentik sekali, lebih dari sekedar bohong

Tubuhmu sangat seksi itu sangat bohong
Cara bicaramu sangat enak didengar, itu bohong
Caramu berjalan membuat hatiku berdebar, 100 % bohong

Tawamu selalu membayang dalam ingatanku, tidak lebih dari bohong
Kau lah permata hatiku, aku bohong
Kaulah belahan jiwaku, aku bohong
Kaulah cinta pertamaku dan terakhir, bohong sekali
Dimana ada engkau, disitu ada aku, maaf saya lagi bohong"

(Everson) 

Hancur berderai berkeping-kepingkah lantas bunuh diri, ingin menyendiri selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun dalam kamar, trauma untuk jatuh cinta lagi, atau mungkin mengataka sesuatu padanya (Pria) seperti ini:

"Lama-lama aku merasa ada di dalam kandang kambing
Bukan, kandang domba,
Ah, bukan kandang sapi
Aih, bukan juga, barangkali kandang kerbau
Alamak, kayaknya bukan, aku bukan sedang di kandang

Lama-lama pesingnya semakin meruap masuk menusuk
Hidungku jadi belang karena nalar yang masuk ke saraf di hipotalamus
-mengatakan, aku harus mengembik, mengeong, menyalak, mengaum-

(SA: Amnesia)
Barulah aku sadar, ada seseorang yang sedang berbicara

Busuk menusuk hidung dan tak kupikir ini bau seperti galian pekuburan
Maaf, saya salah tempat membuang sampah rumah saya
Tak seharusnya saya buang sampah ini disini (didekatmu)
Karena sampah ini begitu mulia dibanding kamu"

Siapa yang licik dan siapa yang paling jahat?


_bacadanmengalirsaja_ (inmyrum)

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar