Minggu, 26 Desember 2010

CATATAN SEORANG DEMONSTRAN II

Romantis realis:
"Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa, pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui, memintaku minum susu dan tidur lelap, sambil membenarkan letak leher kemejaku, kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah Mandala wangi.
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram meresapi belaian angin yang menjadi dingin. Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu ketika kudekap, kau dekaplah lebih dekat. 
Apa kau masih berkata, kudengar detak jantung, dan kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah, ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku. Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi, ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang, ada bayi-bayi yang mati lapar di biafra. Tapi aku ingin mati di sisimu sayangku setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.
Lampu-lampu berkelipan di kota yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. Kau dan aku berbicara tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti kota kita. Hari pun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti, seperti kabut pagi itu. Manisku, aku akan jalan terus membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan bersama hidup yang begitu biru.
Mari...,sini sayangku. Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku tegaklah ke langit atau awan mendung. Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita tak'kan pernah kehilangan apa-apa."

MANDALA WANGI - PANGRANGO
Senja ini, ketika matahari turun ke dalam jurang-jurangnya, aku datang kembali ke dalam ribaanmu, dalam sepimu, dan dalam dinginmu walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan dan aku terima daku. AKU CINTA PADAMU.

SEBUAH TANYA
"Sampaikanlah pada ibuku, aku pulang terlambat waktu, ku akan menaklukkan malam dengan jalan pikiranku. Sampaikanlah pada bapakku, aku mencari jalan atas semua keresahan-keresahan ini, kegelisahan manusia. Retaplah malam yang dingin. 
Tak pernah berhenti berjuang pecahkan teka-teki malam, tak pernah berhenti berjuang pecahkan teka-teki keadilan. Berbagi waktu dengan alam kau akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya. Hakikat manusia. Keadilan. Akan kutelusuri jalan yang setapak ini, semoga kutemukan jawaban. Jawaban, jawaban, jawaban."

CAHAYA BULAN
Perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang, cahaya kota kelam, mesra menyambut sang petang. Disini aku berdiskusi dengan malam yang lirih karena matahari terbit menghangatkan bumi. Aku orang malam yang membicarakan terang, aku orang tenang yang menentang pedang. Perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang, cahaya nyali besar mencuat runtuhkan bahaya. Disini aku berdiskusi dengan malam yang lirih, kenapa indah pelangi tak berujung sampai di bumi.Cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan yang tak kan pernah ku tahu jawaban itu. Bagai letusan berapi yang bangunkan dari mimpi, sudah waktunya berdiri untuk mencari jawaban kegelisahan hati. 
"Terangi dengan cinta di gelapku, ketakutan melumpuhkanku, terangi dengan cinta di sesatku, dimana jawaban itu."
GIE

__#np Donna Donna Donna >>> inmyrum__

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar