Selasa, 25 Januari 2011

BOHONG

Ini terinspirasi dari suatu film kelas populer yang pastinya sudah lazim dan terlalu biasa untuk dinikmati. Kisah yang tidak dapat kalian samakan dengan kisah-kisah imajinatif dan inspiratif. Hmmm, inspiratif? saya pikir ini inspiratif, sedikit banyak ada sesuatu yang menarik saya untuk membuat sebuah tulisan tentang apa yang diceritakan dalam film ini. Bukan soal filmnya, melainkan kata dan tokoh yang terdapat dalam film ini.
Kisah ini berawal dari seorang gadis yang mendapat proyek dari sebuah redaksi majalah remaja tempat ia bekerja. Gadis tersebut diminta atasannya untuk menulis sebuah artikel yang sangat tidak masuk akal, entah kenapa saya pikir tulisan itu penuh dengan permainan. Cinta yang semestinya dijalani serius dan untuk selamanya, kali ini memiliki batas waktu, ibarat seorang karyawan kantoran yang harus mengejar deadline! Aneh memang, maka dari itu cerita ini saya katakan populer, hanya berhenti pada taraf konsumsi massa.
Pertanyaannya adalah "mampukah Anda mencintai atau menjalani suatu hubungan spesial dengan seseorang hanya dalam 10 hari, setelahnya... yah! berakhir, cukup 10 hari". Inilah yang ditulis oleh gadis itu, adakah cinta yang harus dijalani dengan menghitung hari sebelum deadline! Gila saja.
Eksperimen dilakukan, si gadis mengubah penampilannya, mulai mencari siapa yang dapat ia jadikan kelinci percobaan. Ia pun mendapatkannya, hari pertama ungkapkan cinta, hari kedua ia perkenalkan ke teman-temannya, bahkan keluarganya, ia jalani hingga hari ke-7. Namun hari ke-8, gadis itu mulai berpikir untuk mencari cara bagaimana memutuskan hubungannya dengan lelakinya. Hingga hari ke-9, si gadis makin gelisah. Besok adalah hari terakhir untuknya bersama di lelaki.
Hari ke-10, ia memberanikan diri untuk bicara. Pertemuan kali ini adalah pertemuan terakhir, sesungguhnya keberanian yang ia kumpulkan bukan untuk mengakui kesalahan, melainkan si gadis takut akan kehilangan si lelaki. Cinta ini bukan percobaan atau sekedar riset semata. Tanpa ia harapkan cinta itu benar-benar tumbuh di tempat kosong yang lupa ia tutup, hingga akhirnya cinta pelan perlahan masuk menyelinap, menempati tempat tersebut. Si gadis pun mulai membuka pembicaraan, dengan terbata dan menundukkan kepala, si gadis mengatakan yang sebenarnya. Semua terucap dari bibir manisnya, entah itu kejujuran atau kebohongan. Sesekali ia memberanikan diri memandang wajah lelaki, namun tak lama karena ia takut rasa sayang yang ia punya terbias dari wajahnya. Setelah semuanya terungkap, lelakinya hanya berkata "meskipun aku menyayangimu, tapi kebohongan yang kamu perbuat, tidak bisa aku maafkan." Si gadis pulang, sepanjang jalan ia hanya bisa menangis.
Ia menyadari, bahwa keburukan seseorang saat menjalani suatu hubungan, itu biasa, apakah ia seorang yang keras kepala, matrealistis, suka berbicara semaunya, tidak perhatian atau apapun. Hal-hal tersebut hanya kembali pada keikhlasan seseorang untuk menerima segala kekurangan pasangannya. Namun ada satu kesalahan yang tidak dapat diterima dari setiap pasangannya, KEBOHONGAN.
Suatu inspirasi untuk sebuah tulisan singkat dari karya populer. Ringan, namun sangat mencerminkan keseharian. Karya picisan yang tidak murahan. Mari berapresiasi terhadap karya anak bangsa, apa pun itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar