Selasa, 22 Februari 2011

MALAIKAT JUGA TAHU (Siapa yang Tahu Arti Lirik ini)

"Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku juga
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya
Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati
Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya
Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri
Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya"

Pasti masih ingat dengan lirik lagu di atas, absurb memang maknanya. Tapi tidak juga dapat dikatakan ambigu, karena memang pada dasarnya sebuah karya yang bersifat fiksi atau cenderung ke sastra selalu memiliki tafsiran ganda. Karena bahasanya yang "singkat dan padat, namun pastinya tidak begitu jelas". Jika saya baca komentar-komentar terhadap lagu ini pada suatu blog, kebanyakan di antara mereka mengatakan lirik lagu ini bagus, alasannya mengatakan "bagus" karena kata-kata yang terdapat dalam lirik lagu tersebut jarang digunakan pada lagu-lagu lain. Menurut saya, justru jika dikatakan kata-katanya jarang digunakan pada lirik-lirik lagu yang lain.., saya anggap itu keliru. Silahkan Anda perhatikan sendiri, adakah kata-kata yang langkah atau aneh di situ? Atau  dalam artian yang lain daripada yang lain? Kembali lagi, menurut saya semua kata yang ada dalam lirik tersebut biasa-biasa saja, sering sekali kita temukan pada lirik-lirik lagu yang lain apalagi dalam bahasa keseharian kita.
Kemudian, ada pula yang berkomentar bahwa lirik ini bagus karena "ngena banget" dengan kehidupan pribadinya. Yang saya pikirkan tentang pernyataan ini berarti orang itu mengerti apa arti dari lirik tersebut, namun pertanyaannya adalah apakah yang diartikan oleh si pemberi komentar itu sama dengan apa yang dimaksud pencipta lagu? Cuma pencipta lagu tersebut yang bisa menjawabnya.
Bertolak dari dua penjelasan mengenai respon terhadap lirik lagu ini, terdapat beberapa  di antaranya mengatakan bahwa lirik lagu ini JELEK. Perkiraan saya mengenai kontra lirik lagu ini dikarenakan: 1) tidak dapat mengerti arti atau maksud lirik lagu ini sama sekali, 2) merasa iri karena karyanya tidak ada yang memuji sebagus dan sebanyak seperti lirik lagu ini, 3) kemungkinan terburuk adalah rivalnya si pencipta lagu di kancah produksi permusikan. Entahlah..., kemungkinan-kemungkinan itu pasti ada kan.... ^_^
Baiklah, selanjutnya. Berdasarkan analisis dari komentar-komentar yang ada dapatkah kalian menyimpulkan apa maksud dari lirik lagu ini? Hmm, pastinya tidak! Karena antara komentar dan lirik sama sekali tidak terkait hubungan makna. Untuk memahami apa maksud di balik lirik lagu ini, kita sebagai seorang penikmat/ pembaca hanya bisa menafsirkan atau menerka-nerka, yang tahu pasti apa arti dari lirik lagu ini hanyalah si pencipta lagu, Dewi Lestari, atau yang biasa disapa Dee, seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu dan penulis novel.

Simpulan:
Bahasa sastra umumnya menggunakan bahasa sehari-hari, hanya saja proses memadu-madankannya dalam sebuah larik hingga menjadi satu kesatuan bait dalam puisi atau syair lagu sekalipun benar-benar dipertimbangkan oleh si penyair agar kata-kata yang tersusun singkat tersebut dapat mewakili seluruh perasaannya dalam suatu peristiwa. Soal JELEKnya..., saya kembalikan pada yang bergantung. Secara fisik, dapat saya katakan bentukkan lirik ini sesungguhnya adalah larik-larik puisi. (Spekulasi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar