Kamis, 10 Maret 2011

KEMBALI

Terkadang hidup juga tersesat, namun pada akhirnya akan kembali.
Ada kalanya hari tidak diciptakan untuk terulang atau sekedar memberi kesempatan kedua untuk semua hal yang telah melewatinya. Berbeda dengan catatan ini, saya tulis, namun saya kembalikan lagi menjadi "kosong", tanpa tulisan, yah, bahasa sederhanya... saya hapus kembali. Bisa jadi ini karena kehilangan atau inspirasi sedang mandek yang lama-lama sering kali bikin bunek. 
Saya lanjutkan, sering kali saya menonton film yang menggambarkan seseorang dengan kehidupannya "sekarang" ini pada suatu adegan ia dipertemukan dengan kehidupannya yang "lain". Sejalan dengan ceritanya, pada akhir kisah, orang itu justru memilih untuk menetap pada kehidupan yang "lain" (baru) tersebut. Namun, meskipun itu hal baru, tapi seseorang itu akan mengatakan "saya akan memeilih mana jalan yang semestinya saya tempuh sedari awal", apakah ini sama artinya dengan "mengembalikan kehidupan yang pernah ada sebelumnya ke pada kehidupan yang baru?" Kedengarannya memang seperti itu. Tapi pada kenyataannya, di awal cerita, apa yang dimiliki dahulu oleh seseorang itu justru berbeda dengan pilihannya yang sekarang. Apakah ini semacam proses pencarian jati diri? Atau mungkin seseorang yang sempat amnesia sejak dalam kandungan hingga kemudian ketika beranjak dewasa dan menginjak usia di atas 17 tahun, barulah ia sadar serta ingat apa yang menjadi jalan hidupnya, pilihannya, ketetapan hati dan pemikirannya. (?)
Semua kembali pada 'keinginan", jika "ingin" katakan iya, selanjutnya jangan biarkan orang lain yang mendengar "iya"-mu itu menunggu lama untuk merasakan atau sekedar melihat makna denotatif dari "iya"-mu itu. Berubah atau "ingin" kembali, saya pikir tidak ada ubahnya dengan batas "cinta" dan "benci". Jika terlalu cinta maka (bisa jadi) kamu benci, atau sebaliknya. Bagaimana analogi antara BERUBAH dan "INGIN" KEMBALI? Jawabannya sederhana: keINGINAN yang kuat akan membawamu KEMBALI. Meskipun pada dasarnya, keinginan nantinya akan menelurkan berbagai macam "pilihan". Banyak pilihan, sepanjang atau seluas apa pun yang ada di dunia ini selagi kamu hidup, kamu akan disajikan satu hidangan di meja kehidupan yang luas dan panjang, yakni PILIHAN. Jadi, karena itulah kita kenal "HIDUP ADALAH PILIHAN". Sesalah atau seburuk apapun pilihan yang kamu tentukan di awal, pada akhirnya akan menjadi baik jika kamu "ingin" benar-benar ingin berubah. (Buah yang paling manis adalah buah kesabaran, dan rasa yang paling nikmat adalah rasa keikhlasan).
Seperti kolam SOUP, yang didalamnya ada kentang, wortel, kol, dan buncis serta kubis dengan taburan bawang bombay (pilihlah mana yang paling ingin kamu makan terlebih dahulu: tahap demi tahap), dengan kuah berbumbu (ada garam dan gula di dalamnya) yang membuatmu belajar untuk peka terhadap rasa baik itu asin atau manis). Jika tidak kamu rasa nyaman SOUPnya, belajarlah untuk jadi lebih berpengalaman agar kelak SOUP yang kamu buat rasanya benar-benar nikmat, meskipun rasa itu hanya dapat kamu nikmati sendiri. Sebab tanpa kamu tahu (mungkin saja) Tuhan sedang tersenyum melihat kesabaran serta ketabahan itu. 
Pilihan: "Salah menurut mereka (di awal), bukan berarti tidak ada kemungkinan terbaik pada akhirnya. Karena pada dasarnya, jika kamu ingin berubah, bukan berarti kamu harus kembali ke tempat yang sama."

#Tidak sengaja terlintas setelah menonton film "AVATAR"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar