Senin, 21 Maret 2011

MENULIS ?



Aku menulis bukan sekedar ingin menumpahkan semua yang ada dalam pikiran saya. Tiap kata yang tertulis di sini, berasal dari sebuah kotak ide, berisi pemikiran-pemikiran riil namun kadang juga terselip angan serta mimpi. Beberapa di antara banyak pemikiran itu, dapat aku tuliskan tanpa berpikir lagi akan risiko tentang kehidupan ku secara pribadi. Hal tersebut, dikarenakan sesuatu yang terjadi secara personal dalam diri manusia, tidak semuanya hanya dialami atau dirasakan oleh manusia itu sendiri, melainkan sudah tentu juga pernah dialami oleh manusia-manusia lainnya. Secara umum, pendapat ini bisa diterima tapi juga tidak bisa diterima untuk beberapa “kalangan”. Kenapa saya katakan kalangan? Sebab diantara orang-orang yang nantinya akan membaca tulisanku atau kalian (mengenai apa yang kita pikirkan dalam sebuah media publik) akan ada “suatu kalangan” atau “seseorang” yang  tidak sependapat (bahwa apa yang kita pikirkan pantas untuk dipublikasikan), meskipun pada dasarnya ketika kita menulis, tidak sedikit terbesit dalam pikiranku bahwa tulisan-tulisan itu akan menimbulkan kontras pemikiran dari pihak lain. Yah, as we know that “tiap orang memiliki pemikiran yang berbeda satu dengan yang lain, atau lebih tepatnya masing-masing individu berbeda persepsi serta aksi dalam menyikapi suatu objek/permasalahan tertentu”.
Ketidakberpihakkan seseorang atau suatu kalangan tertentu terhadap tulisan kita, ada baiknya kita terima. JIka ingin berargumen, sertakan lah sebuah bukti yang dapat meyakinkan pihak lain bahwa tulisan kita nantinya tidak akan menimbulkan suatu reaksi seperti yang “dikhawatirkan” pihak tersebut. Misalnya, dengan memberikan penjelasan berupa alasan-alasan kenapa Anda tetap membiarkan tulisan itu ada pada buku yang telah Anda terbitkan, atau blog, bahkan di status FB/Twitter Anda sekalipun.
Jika ada “APA”, wajar kalau seseorang inginkan “KENAPA” dan terkadangan untuk lebih konkrit mereka akan minta “DIMANA” dan “KAPAN” tidak lupa juga “SIAPA” pastinya, bahkan yang paling penting yakni  “BAGAIMANA”. Ingat 5W+1H
Jangan pernah merasa ketidaksetujuan pihak lain terhadap tulisan kita adalah suatu tindak pemberontakan, ancaman, atau upaya membatasi kreativitas. Penulis sangat mengetahui secara pasti, masalah apa yang dihadapi dan akan dihadapi pada hasil tulisannya. Belajar dari “pertentangan” justru semakin melatih ketrampilan kita untuk berenang, dan menyelam, namun tidak tenggelam. Belajar dari “persamaan” semoga membuat kita tetap mendaki, dan mencapai, namun tidak terjatuh.
“Menulis lah, maka kamu akan dikenang” (Pramoedya Ananta Toer)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar