Kamis, 14 April 2011

INGIN


Maaf, untuk hari ini dan seterusnya sampai pada batas waktu yang tidak bisa aku tentukan namun tentunya kau yang lebih mampu memastikannya, aku ingin lepas darimu. Selagi sendiri, biarkan aku dengan duniaku untuk sementara. Aku tidak ingin kau mengacaubalaukan hari-hariku dengan rindu ini. Rindu padamu sungguh menyiksa, bercermin pada kaca bening pun kulihat keruh di mata. Keruh oleh air mata yang tanpa diperintah ia lakukan sendiri tugasnya ketika hati diselubung jingga.
Jarak ini yang membuat aku kadang berhenti, tertunduk, kemudian terdiam memandangi kaki seperti lumpuh. Seolah enggan melihat ke belakang, karena aku tahu kau pasti menungguku di sana. Tapi lagi-lagi jika aku melihat ke belakang, sudah pasti rindu ini juga akan mengaburkan rencana kecil kita saat kau datang padaku nanti.
Aku cuma ingin menyembunyikan ketidaksenangan ini dengan cara yang aku bisa, meskipun itu salah terhadapmu. Memalingkan kesenangan yang biasanya denganmu, buat aku kadang lupa dengan rindu ini padamu. Buat aku hilangkan sedih yang bersanding serta dengan rindu itu. Aku rindu tapi juga sedih, ingin memperdengarkan tangis karena rindu ini pun aku malu, apalagi memperlihatkan padamu bahwa aku menangis karena menahan rindu, sungguh-sungguh aku lemah jika harus "merindukan".
Bukan hanya perpisahan yang tidak kusuka, tapi rindu setelah perpisahan itu yang tak kusanggupi untuk penuhinya. Meskipun untukmu perpisahan ini memang hanya sementara, tapi aku memang benar-benar lemah jika jauh darimu saat ini. Aku disni sudah sendiri, apalagi tanpamu.
Maafkan caraku yang membuatmu jadi begini. Ingin sedih ini hanya aku saja yang alami, tapi bodohnya aku yang tidak memikirkan bahwa semakin aku mengasingkan diriku sendiri dalam duniaku sendiri, membuatmu juga akan semakin terasing sendiri. Tapi hanya itu satu-satunya yang terlintas dalam pikiranku saat ini, menjauhkan rindu dan melupakan sedih, agar aku tidak menuntut banyak padamu serta memaksamu untuk memenuhi ingin ku untuk segera bertemu. Aku menduakan pikiranku, namun tidak hati ini. Sebab aku merindukanmu, bukan untuk sekedar datang kemudian pergi, tapi aku merindukanmu untuk menetap disini, bersamaku hingga akhir. Aku merindukanmu, karena aku merindukanmu, tidak ada alasan lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar