Minggu, 17 April 2011

PUISI SUPERNOVA


Dalam sebuah karya novel populer, saya temukan sebuah puisi yang bernilai kebudayaan klasik:

Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan
Engkaulah penunjuk jalan palung kekosongan dalam samudera terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang
Menuju tempat tak bernama namun terasa ada

Ajarkan aku 
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi

Tunggu aku,
yang hanya selangkah dari bibir jurangmu

***

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujung mengenal hidup
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara
Engkaulah matahari firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara

Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian
Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus disini.
Mencintaimu

Entah kenapa.


#Supernova by _Dee_

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar