Minggu, 17 April 2011

SEPI

Ada yang bilang SEPI itu seperti bunga mawar, kadang indah namun juga diam-diam perlahan menusuk dengan duri-duri halusnya, wangi memang namun hanya sebentar kemudian hilang. Ada pula yang bilang SEPI itu seperti pisau, tajam dan pastinya sangat sakit ketika menancap di ulu hati kemudian tak bisa lepas. Ada juga yang bilang SEPI itu seperti selimut, memeluk kemudian mendekap hingga bikin sesak. Tapi SEPI ingin diartikan beda, coba pilah yang positifnya, SEPI seringkali diartikan bahwa kita sendiri dan jauh atau tidak bersama dengan orang-orang. Benar, pada kenyataannya SEPI kerap diartikan sempit karena adanya faktor spesialiasasi tersebut, SEPI karena tidak berteman. 
Bagaimana dengan SEPI yang menurut saya juga mengalamai proses generalisasi? SEPI itu tidak bersuara, sunyi disekitar dan tidak ada aktivitas apapun, yang kamu dengar hanya suara dalam hatimu sendiri. SEPI itu karena jauh, bukan hanya jauh darinya tapi juga karena terlalu lama melupakanNYA. Ada 2 tambahan makna lagi disni, untuk tambahan yang pertama itu sudah lazim, pada dasarnya SEPI secara harfiah memang diartikan sebagai suasana yang sunyi, tanpa suara (menurut, KBBI). Sedangkan untuk makna tambahan kedua, bagaimana jika SEPI dikaitkan dengan hubungan vertikal antara manusia dan tuhannya.
Pernahkah terpikir saat sedang SEPI, dalam hati kamu bicara, seolah berbicara, berbincang namun entah dengan siapa. Mungkin pada awalnya, kamu bicara pada diri sendiri, mengeluh tentang SEPI, dan selanjutnya kamu mulai bertanya. Pada siapa awalnya kamu ajukan pertanyaan? Bisa jadi kepada "seseorang" yang menurutmu telah membiarkanmu kesepian, namun kamu tidak mendapat jawaban atas pertanyaan yang diajukan tersebut. Kemudian, kepada siapa lagi kamu akan mengajukan pertanyaan, jika ingin melanjutkan perbincangan setelah itu, kebanyakan di antara kalian akan kembali mengajukan pertanyaan (yakin atau tidak yakin), pertanyaan berikutnya akan kamu ajukan kepadaNYA. Sesuatu yang salah pada hidup menurut kalian, kadang kala itu bermula dari sesuatu yang salah yang telah kamu lakukan menurutNYA. Setiap apa yang dialami, bukan tidak mungkin karena ada sesuatu hal yang mendorongmu ke dalamnya atas kuasaNYA.
SEPI karena ditinggalkan seseorang tidak seberapa perih, karena perihnya juga akan hilang ketika kamu juga "pergi". Namun SEPI yang datang karena kamu terlalu lama meninggalkanNYA, lupa keberadaanNYA, akan jauh lebih terpuruk. Mungkin selama ini kamu terlalu menyayanginya, hingga kamu lupa akan kasih sayangNYA. Mungkin selama ini kamu terlalu patuh dan taat pada kata-katanya, hingga kadang kamu lupa bahwa kata-katanya itu sesungguhnya berasal dariNYA. Mungkin selama ini kamu terlalu bangga dan mengaguminya, padahal sebenarnya kebaikannya yang membuatmu kagum itu anugerahNYA. 
Kamu sudah cukup lama bersamanya, dan IA cemburu akan hal itu. IA ingin mengingatkanmu, IA ingin menyadarkanmu, tentang siapa yang patut dipuji, dan kepada siapa kamu harus memuja. Maka dengan SEPI inilah kamu akan tahu, bahwa dekapan dan harumnya itu sesungguhnya membawamu padaNYA melalui indah doa dan besarnya harapan. Jika ikhlas, suatu saat nanti IA akan mempertemukanmu dengannya kembali di alam lain. INSYAALLAH.
SEPI itu menusuk karena ditinggalkannya, namun SEPI juga indah karena IA tetap bersamamu. SEPI itu pisau yang menancap di ulu hati ketika ia pergi, namun SEPI juga mendekap hangat karena IA masih melindungimu. SEPI juga terasa menyesakkan, namun SEPI juga akan terasa lapang karena IA memberimu kebesaran hati untuk ikhlas menerima semuanya.

#Untuk Bapak
Miranty Ariesya putrimu sangat merindukanmu, beristirahatlah tenang, atas segala yang pernah kulakukan, aku hanya berharap semoga engkau masih mau menerimaku disana (kelak).
_Bilik Sepi_

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar