Rabu, 06 April 2011

TAKUT


Saya bukan sesorang yang teguh pendirian, kadang saya berpikir A, namun dalam waktu singkat atau agak lama bisa juga berubah menjadi B atau C bahkan tidak menutup kemungkinan akan jadi D, E, F, dan seterusnya. Plin-plan? yah silahkan berpikir demikian, yang saya tahu seteguh-teguhnya hati seseorang, baik itu bagai karang atau gunung sekalipun. Pada akhirnya karang juga akan terkikis sedikit demi sedikit, dan gunung bisa juga ditembus bahkan dihancurkan oleh tangan manusia lainnya. Lantas keteguhan hati seperti apa yang benar-benar bisa dikatakan "teguh pendirian"? Tolong jelaskan jika Anda bisa mendeskripsikannya.
Teguh hati seorang insan, hanya sebatas hembusan nafas Allah, hanya hembusan. Tidak ada manusia yang sempurna, semua mengetahui itu. Meskipun kadang goyah, keteguhan hati seseorang yang bersifat temporer patut dihargai, setidaknya ada usaha di dalam keteguhan hati itu. Layaknya seseorang yang berusaha mengambil jalan lain untuk menempuh kehidupan baru yang jauh lebih baik. Pilihan  tersebut tentunya bukan hanya untuk orang yang memilih, melainkan juga membutuhkan dukungan dari orang yang tidak atau belum memilih pilihan tersebut. Sebaik-baiknya seseorang menjaga dirinya sendiri, tidak akan jadi baik jika orang-orang disekitar tidak ikut menjaga dirinya juga. Segala sesuatu perlu timbal balik, sehingga adanya fungsi diciptakan hubungan sosial itu benar-benar nyata.
Sekali lagi, saya memang bukan orang yang teguh pendirian, tapi paling tidak saya selalu diajarkan untuk "takut", rasa takut itulah yang kadang membuat saya jadi rapuh sekaligus teguh. Semoga rasa takut ini selalu ada dalam batin saya, ketika menghadapai segala sesuatu yang dapat menjauhkan saya dariNya. Amin.

#sekarang saya lemah, saya butuh dukungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar