Sabtu, 14 Mei 2011

JIKA

Doa berisi permintaan yang pernah aku haturkan beberapa waktu lalu, sempat dijawabNya, tapi sekarang sepertinya Tuhan sudah menarik semua jawaban atas permintaan aku tersebut. Aku tidak akan berprasangka buruk, meskipun dalam hati aku kecewa atas keputusanNya, aku tahu bahwasanya aku hanya bisa menerka-nerka, meraba di tempat gelap, mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tapi sulit bagiku, jika Ia tak memberi cahaya barang sedikit saja, agar aku dapat melihat langkah kaki, berjalan tanpa harus tersandung. Karena aku sudah terlalu sering jatuh kemudian terluka, banyak luka yang masih meninggalkan bekas dan bahkan ada yang belum sembuh serta berbau. Aku sakit.
Sakit ini mungkin tidak seberapa sakit dibanding dengan sakit orang yang jauh lebih kuat menahan sakit. Aku hanya berpikir, beginikah ungkapan kasih Tuhan kepada hambaNya? Masalah yang bertubi-tubi, cobaan yang tak henti-henti, dan sakit yang sulit untuk disembuhkan oleh obat atau dokter manapun, terkecuali olehNya. Ya ya..., ini jalan yang Ia sediakan, meskipun bukan satu-satunya jalan, tapi inilah jalanNya. Ia memberi cobaan, karena Ia Mahamengetahui, debu-debu tidak akan terbang ke udara jika tak ada anginnya, debu-debu tidak akan basah dan memadat jika tak ada hujannya. Debu itu aku, aku yang diberi keringanan terkadang suka lupa daratan, terbang entah kemana, aku dekat denganNya ketika mengudara, tapi entah kenapa masih saja sulit bersyukur. Aku yang diberi beban berat, terkadang marah dan tidak pula bersykur, justru semakin berat untuk sekedar menengadahkan tangan. Aku salah.
Jika memang ia belum ingin memberiku lilin meski sebatang, tidak mengapa. Cukup berikan aku satu tempaan agar hati ini kuat dan ikhlas. Jauhkan aku dari keputusasaan, hapuskan aku atas harapan yang bukan kebutuhanku, dan biarkan aku terus berjalan atas bimbinganMu, melalui jalan gelap tanpa harus lenyap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar