Sabtu, 23 Juli 2011

SUDAH SELESAI ?

Ini cuma kertas kosong, jika kau ambil tintanya kemudian kau goreskan hingga membentuk huruf, angka, atau mungkin sebuah lukisan, berart setidaknya kau telah memberi ia arah. Apa yang seharusnya ia lakukan dengan goresan-goresan itu. Apakah akan dihapus dengan air atau bisa saja ia meminta bantuan kepada kayu dan kaca untuk membingkainya agar awet. Jika dihapus, maka bukan berarti kau berakhir, tak cukup tintanya kau gunakan arang, kapur, dan alat kosmetik milik ibu dan kakakmu. Karena jalan tidak akan pernah berhenti sampai kau memaksanya untuk mengarah ke jurang. 
Dan jika dibingkai, maka ambillah lap dan semprotan pembersih kaca agar yang terbingkai itu tetap terlihat tanpa harus tertutup debu dan jaring laba-laba. Maka kemudian..., berterima kasih lah pada si pembuat bingkai. Oh ya..., kepada siapa? si pembuat bingkai? siapa si pembuat bingkainya? Oh..., aku lupa memasukkannya dalam daftar tokoh di naskah ini. Maaf..., tampaknya kau harus menunggu, tapi jika kau tidak punya banyak waktu untuk menunggu, kau pastinya tahu apa yang harus kau lakukan selain menunggu, kan?
Atau sebaliknya, aku yang menunggumu sampai selesai berpikir apa yang harus kau lakukan terhadap bingkai dan kemana kau harus mencari si pembuat bingkai? Bagaimana? Kau ingin yang mana? Aku pun siap menunggu sampai kau sudah siap menentukan langkah apa yang akan kau ambil, apakah salah satunya..., atau mungkin kau ingin keduanya? Oh ya..., aku ingatkan...., bersabarlah, berpikir tenang dan jangan terburu-buru, aku masih punya banyak waktu, cukup kau saja yang menghitung sampai kapan kau harus menunggu untuk melakukan hingga kau dapat mengetahui.
Detik..., menit..., jam..., hari..., minggu..., oooohh maaf aku memotong alur pikiranmu sejenak, hendak bertanya, apakah akan dilanjutkan sampai bulan kemudian tahun? OOOoooh maaf, jika merasa terganggu. Aku berhenti. Silahkan lanjutkan! Aku menunggu. Menunggumu yang tampaknya sedang memilih untuk menunggu atau melakukan. 
Yayaya..., aku tahu kenapa kau menunggu, walau bagaimanapun, menunggu juga masuk dalam hal yang disebut melakukan. Apa yang harus kau lakukan.., adalah... "yah aku harus menunggu".
Maaf..., apakah belum selesai juga kau dengan bingkainya? jika memang masih lama, bisakah kau sejenak alihkan perhatian pada kertas-kertas lain yang belum tergores itu. Mereka sudah letih menahan beban berat kertas yang satu dengan yang lain. Tinta-tinta disana pun sudah mulai menjerit kepanasan terjemur hawa tropis yang perlahan membuat mereka kering dan memadat. Sekali lagi, tolong kau bagi perhatianmu.
Maaf, aku hanya ingin saran, alangkah lebih baik jika... sambil menunggu, kau bereskan kertas dan tinta-tinta itu, sebelum kau menyesal karena kerja karyamu terpagari oleh pemikiranmu sendiri.
Itu saja, terima kasih sudah mendengar, dan terima kasih banyak apabila kau mengindahkannya. Silahkan lanjutkan kembali. Aku berhenti... Berhenti menunggu.
Aku akan melanjutkan perjalanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar