Kamis, 18 Agustus 2011

MA TA


Cara orang menanggapi berbagai hal itu luar biasa beragamnya, ada yang diam tapi dahi berkerut, ada yang bijak namun secara tidak langsung juga menunjukkan ketidaksempurnaan ucapan serta hatinya, ada yang bernasihat tapi sayangnya disertai dengan ancaman, dan ada pula yang hebat bicara soal hidup "yang benar" namun dengan bahasa yang keliru. Jika memang ingin diam, diamlah dan berpikir. Apabila sikap ingin seperti orang bijak, tetaplah bernasihat tanpa menghakimi.
Bicara soal prinsip dan tatanan hidup seseorang tentunya tidak akan pernah sama atau disamakan dengan kehidupan seseorang yang lain. Berpandanganlah yang luas seperti yang kalian ucapkan, berpikirlah yang lapang seperti halnya yang kalian katakan. Mutiara-mutiara hati yang putih itu, jangan sampai dinodai lagi dengan pasir dan kotoran di laut. Dalamnya laut sungguh dapat diukur, tapi dalamnya hati siapa yang mampu menebak? Sebelum menghakimi orang lain tidak memiliki kredibilitas, ada baiknya kaca yang tersuguhkan kepadanya, kalian cobakan sendiri ke tubuh dan wajah. Tidak ada yang tidak pantas di dunia ini untuk dijadikan panutan, bahkan rumput di tanah yang seringkali terinjak-injak oleh kaki, tetap memiliki nilai kehidupan.
Seperti halnya mata, meskipun hanya memiliki dua warna, tapi ia mampu membuat kita melihat dan mengenal banyak warna serta wajah. Tidak ada kekurangan yang tidak memiliki kelebihan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar