Kamis, 13 Oktober 2011

KAMI



Nikmat itu.., ketika kamu diberi kesempatan untuk berhenti sejenak pada satu hari dan merasakannya lebih dari 24 jam seperti biasanya, tanpa hari kemarin dan tanpa hari esok yang akan datang serta kembali untuk mengusik harimu kali ini. Dunia yang bermula dari ledakan hingga mengepung debu-debu dalam sebuah gelombang cahaya yang pada mata manusia kelihatan tak berwarna sering kali memberi jalan menuju dunia paradoks warna. Begitu berbeda dan terlalu indah untuk disatukan. Mereka bersatu dalam ketidaksempurnaan, membentuk cinta yang bermula dari ketiadaan. Begitu nyata dan sangat terang hari kami kali ini, bersamanya…tentulah itu yang aku mau. Menjadikan hari ini milik kami, tanpa kemarin melainkan untuk esok.
Tapi, untuk sekali ini, biarkan hari kali ini tetap milik kami, jangan mengungkit kemarin atau pun mengkhayal tentang esok. Berdiri pada satu sisi yang sama, membuat kebersamaan tampak dekat dan lekat. Tak hanya datang mendekap, tapi hari ini adalah hari cinta kami disatukan oleh tangan serta hati yang terikat. Mengikatmu namun tak membelenggu, memenjarakanmu namun tak mengurungmu. Biarkan dunia ini benar-benar nyata, berasal dari ledakan merah yang membentuk mawar, mawar tanpa tangkai yang berduri, mawar tanpa bau yang menyengat, mawar yang hanya diperuntukkan kita berdua. Jika merahnya memudar, biarkan saja menjadi putih dan selanjutnya tidak akan ada lagi yang memudar, melainkan putih yang harus kita jaga kesuciannya, jangan biarkan ternoda, meski setitik.
Jangan lagi berkata, “tidak mungkin”, karena merah yang telah menjad putih tidak akan berubah menjadi warna lain, putih yang terakhir, putih pula yang biasanya akan mengawali. Nikmati, putihnya hari ini…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar