Jumat, 09 Desember 2011

NEXT!!!


Permasalahan yang kian pelik, sering kali membuatku hilang arah. Satu hal yang membuatku makin terpuruk adalah semakin aku jatuh di saat yang bersamaan itulah aku merasa tak sanggup mendekatiNya. Jiwa ini rapuh, tak sanggup melihat cermin diri, air mata yang tak kunjung henti, terus mengingatkan aku akan kematian yang siap menelanku hingga ke dasar kematian. Mungkin tidak hanya aku, banyak yang jauh lebih menderita dan kuat menahan sakit yang teramat sakit. Kalau memang ini merupakan satu paket ujian yang Ia berikan kepadaku, aku terima. Apapun hasilnya nanti pun tak akan aku bantah, karena pada dasarnya ini salah satu teka-tekaiNya yang mereka namakan takdir. Berputar, berbelok, menikung, berbalik atau pun terus melanjutkan, tetap saja aku akan kembali kepadaNya.
Ia yang sangat pencemburu, hanya memberikan dua hal, baik itu hitam maupun putih, namun di antara keduanya ada banyak hal yang dapat dinikmati dan sekaligus aku tolak. Dunia ini tak ubahnya papan catur atau sekedar kertas permainan ular tangga dan monopoli. Segalanya ada padaNya, kesenangan dan kebahagiaan, kekalahan dan kekosongan semua berasal dariNya. Megah sekaligus perih semesta cintaNya. Begitu sempitkah suatu pemikiran hingga memagari kehadiranNya pun tak ada satupun yang mampu apalagi berani.
Aku menjauh bukan karena ingin melupakanMu, tapi adakah jawaban yang dapat Engkau berikan agar aku dapat melanjutkan kerja yang belum usai. Hapuskan keraguan dalam hati, kokohkan pendirian ini yang seolah tak sanggup menopang goyah dalam jiwa. Sesekali aku mendongak, tapi tertunduk kembali, meski mataku menengadah pada ciptaanMu, hati ini selalu menunjuk padaMu.
“Jika jalan ini masih begitu panjang dan akan menjadi kesulitan bagi orang lain di sekitarku, tutup aksesku menuju masa depan kehidupan, oleh karenanya tuntun aku ke arah kematian yang Kau ridhoi”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar