Kamis, 26 Januari 2012

RESTU



Merindukan sosok ayah sejak kehilang dirinya beberapa tahun lalu. Berjalan seolah tertatih, berdiri seolah tak tegap. Merayap pun aku enggan, apalagi merangkak. Jiwa ini rapuh, hanya dengan satu bisikan, mentari pun tak merelakan sinarnya di wajahku. Atau… mungkin aku yang sengaja menepis cahaya itu. Malu bercermin untuk menatap bayangan diri. Aku tahu kematian memang tidak dapat dihindari, tapi sungguh kematianlah yang membuat kebahagiaanku seolah sirna dalam sekejap. Menghapus tiap sketsa yang aku ukir di dinding lembayung.
Terpuruk? Iya! Memang itu yang aku rasakan saat itu, hingga aku lupa bahwasanya kehilangan bukan berarti mati. Aku sadari sesuatu yang hilang suatu saat nanti akan kembali dengan caranya sendiri. Dia yang telah berpulang untuk selamanya, sesungguhnya tak sepenuhnya hilang. Ia memberikan aku jalan lain untuk menemukan cinta yang lain, yang ia percayai dapat membahagiakan aku melebihi dirinya yang pernah menyayangi aku sedari aku belum dapat melihat dunia.
"Ayah yang aku cintai dan kukagumi…! Meskipun kau tak dapat mendampingiku di hari bahagiaku. Aku sungguh dapat merasakan kasih sayangmu melalui bulir-bulir doa yang orang-orang senandungkan di hari pernikahanku kala itu. Matamu, senyummu, dan tangannmu… aku tahu kau sedang mendekapku dalam rindu. Terobatinya rindu ini dikarenakan aku lega kau tak lagi bimbang dengan anak perempuanmu, tak usah lagi kau risau siapa yang akan menjagaku, jangan lagi kau terbelenggu karena aku sekarang sudah memiliki pemimpin, pemimpin yang akan membimbingku, mengayomi, dan mengajarkan aku bagaimana menjadi seorang ibu untuk anak-anaknya, menjadi seorang ibu untuk cucu-cucumu."
Sungguh aku tak meminta banyak.., hanya saja datanglah sesekali dalam tiap mimpiku. Agar rindu ini terus terjaga, berikan selalu senyummu melalui bunga tidurku. Jadilah selalu “ayah” dalam hidup meski kita sudah berbeda dunia. Jadilah selalu “ayah mertua” untuk suami yang sekarang mendampingiku.
Berkah dan ridho ibu serta dirimu adalah doa terindah untuk rumah tanggaku. Menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah dan Warrahmah adalah tujuan kami. Amin Ya Rabbalalamin…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar